18 desember 2012, my 2nd room at
07.09 pm
Dear Sayang,
Kau pasti tahu apa itu kecewa, dan pasti saja kau juga sering merasakannya bukan? Kau
sering cerita padaku betapa kecewanya dirimu padaku. Bukannya aku tak tahu atau
tidak sadar, aku hanya menganggap itu biasa, seperti apa yang aku lakukan dan
seringnya itu tidak singkron dengan keinginanmu. Awalnya aku merasa apakah
karena awalnya aku tidak pernah mengenal apa artinya komitmen, menghargai
seseorang, menyayangi seseorang, jujur,dan lebih utama tidak hanya memikirkan
diriku sendiri yang sudah mulai terserang virus egois, tetapi juga meikirkan
perasaanmu.
Kau tahu, aku sangat bersyukur bisa mengenalmu lebih
dalam. Kau itu orang dengan watak yang keras, walaupun tidak kau umbar ke khalayak
umum seperti diriku. Kau bisa menahan dirimu untuk bisa mengalah demi orang
lain dimana orang lain bahkan aku sendiri tega menikammu.
Kau tahu, aku sangat bangga padamu karena dengan
sabar dan tak kenal lelah kau mengajariku dan membimbingku banyak hal. Mulai dari
arti bagaimana kita menempatkan posisi kita, memahami orang-orang sekitar kita,
menghargai dan menghormati orang lain tanpa merendahkan diri dan kehormatan
kita, dan yang lebih penting kau telah mengajariku tentang pelajaran hidup.
Pelajaran yang menurut kebanyakan orang sepele, tetapi itu semua ternyata
rumit. Dan yang tak boleh terlupakan kau juga mengajarkanku bagaimana
menghargai dan menghormati orang itu tanpa melihat cover mereka, dan itu
membuatku aku sadar ternyata dunia ini penuh dengan manusia bertopeng, begitu
juga denganku.
Kau tahu, betapa bahagianya aku saat aku masih bisa
melihat senyummu yang kau tujukan padaku dengan tulus. Perhatianmu yang selalu
menyita waktumu demi menemaniku saat aku sakit dan menemaniku saat aku butuh
itu menyadarkanku betapa pengorbananmu begitu besar untukmku.
Kau tahu, tatapan tulusmu saat memandangku memberikan
energi aneh yang nggak aku tahu apa itu yang bisa membuatku merasa lebih tenang.
Dan aku suka itu.
terima kasih sayang